Kamis, 30 April 2009

Eceng Gondok Menutupi Danau Toba, Skala 2 Des 2008

ENCENG GONDOK SEMAKIN TAK TERKENDALIKAN

Dengan naiknya permukaan air Danau Toba seperti yang diberitakan belakangan ini, mempengaruhi penyebaran dan pertumbuhan enceng gondok yang semakin tidak teratasi. Tiupan angin ataupun ombak membawa tanaman ini mengapung kemana-mana dan terdampar di pantai membentuk kumpulan/kloni sehingga terlihat dengan jeals hamparan tumbuhan yang sangat mengganggu ini. Seperti yang terlihat di Tano Ponggol, sepanjang terusan ini permukaan danau sudah tertutupi tanaman ini sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas danau dan merusak pemandangan. Seperti yang telah diberitakan kemarin, terusan ini masih dalam proyek pelebaran dan sampai berita ini diturunkan masih dalam proses pengerjaan. Sejak pelebaran terusan ini dilakukan, sudah mulai terlihat pemandangan yang sangat indah di daerah ini tetapi belakangan ini pemandangan tersebut seperti hilang ditelan hamparan tumbuhan air ini.

Kendaraan danau yang lalu lalang di daerah ini, yang salah satunya sampan milik Tio Sitanggang (13) yang bertempat tinggal di Desa Rumah Holi Kecamatan Pangururan, sehari-harinya berangkat dan pulang sekolah dengan menumpang solu (sampan). Tio sangat merasakan dampak negatif dari tumbuhan ini. Tio bersama dengan teman-temannya yang lain kadang harus berhenti karena mesin sampan tiba-tiba mati ataupun laju sampan terganggu akibat tanaman ini sehingga kadang tidak bisa sampai di sekolah ataupun di rumah dengan tepat waktu. Dan Tio berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi terbaik untuk pengendalian tanaman ini sehingga tidak mengganggu aktifitas di sekitar danau.

Terkait sejauh mana usaha yang dilakukan untuk mengatasi gangguan enceng gondok tersebut, Dinas terkait yang dikomirmasi mengakui usaha tetap dilakukan, namun masih terfokus dengan sistem manual ujarnya. Terkait dengan hamparan tumbuhan enceng-gondok dibeberapa tempat dikawasan Danau Toba, narasumber menyatakan secara berangsur telah dilakukan penanganan, namun tidak sebanding dengan populasi tumbuhan air tersebut yang semakin lama semakin berkembang dan proses penyebarannya sangat cepat.

Sementara itu Kabid Lingdup Ir. Jawaris Sinaga, Msi mengatakan pihaknya sedang berusaha mengembangkan enceng gondok sebagai bahan baku untuk home industri (kerajinan) anyaman, sebagai bahan pupuk organik/bahan bokasi serta untuk bahan makanan ternak. Dan kedepannya akan berusaha memasyarakatkan dampak positif dari tanaman ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar