PENCEMARAN DANAU TOBA
* Tim Peneliti dan Ahli Analisis Bapedalda telah mengambil sample air dari beberapa lokasi
Pencemaran Danau Toba sudah menjadi berita hangat di tengah-tengah masyarakat. Pencemaran ini diawali dari tidak disiplinnya masyarakat atau pengusaha mengelola limbah rumah tangga. Pencemaran semakin parah ketika masyarakat memulai budidaya ikan di Keramba Jaring Apung (KJA). Ketika KJA hanya dimiliki masyarakat lokal, pencemaran tidak begitu terdengar, tetapi ketika masuknya PT. Aquafarm Nusantara dan KJA berskala besar, mulailah secara jelas betapa berbahanya budidaya KJA jika melebihi daya dukung lingkungan. Disamping limbah KJA, limbah lain yang mencemari Danau Toba adalah limbah domestic, pertanian dan peternakan.
Wilayah Kabupaten Samosir mayoritas dikelilingi Danau Toba mencoba meredam berita pencemaran ini. Pemkab Samosir, melalui Badan Lingkungan Hidup Penelitian dan Pengembangan (BLHPP) bekerja sama dengan Badan Pengendalian Lingkungan Daerah (Bapedalda) Sumatera Utara beserta tim ahli dan tim peneliti telah mengambil sample air untuk diteliti labih lanjut disekitar lokasi operasi KJA PT Aquafarm Nusantara di Desa Simangambat, Desa Hutaginjang, Desa Silima Lombu Kecamatan Simanindo (18/12).
Selain Tim Bapedaldasu, para ahli yang ambil bagian dalam pengambilan sample air ini adalah Dr Jamahir Gultom PHd, Ahli Kimia Analisis, Pohan Panjaitan MS, PHd, Ahli Aquaculture, Ir. Manogar Lumban Toruan MS, Ahli Perikanan dan Biologi serta Devi RN Sigalingging SSi, FMIPA Kimia USU.
Kegiatan tersebut dalam rangka menganalisa kualitas air Danau Toba khususnya di lokasi KJA. Sehingga nantinya kita akan memiliki data yang akurat. Jadi kita tidak perlu lagi bertanya-tanya ataupun menduga-duga tentang kualias air yang selama ini telah dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat Konsep ABG ( Assiciation, Business, Government) atau Masyarakat, Pengusaha, Pemerintah yang saling memahami bisa kita terapkan. Dimana pemerintah, pengusaha dan masyarakat bisa saling mengerti akan hak dan kewajiban dalam pelestarian ekosistem Danau Toba. Dan kita berharap sebelum dan sesudah hasil penelitian ini diumumkan agar segenap masyarakat tidak mau terprovokasi oleh oknumj-oknum yang tidak bertanggung-jawab, demikian penuturan Ir, Jawaris Sinaga MSi, Kabag Penelitian dan Pengmbangan BLHPP Kabupaten Samosir.
Dr Jamahir Gultom PHd, Ahli Kimia dan Staf Pengajar FMIPA Kimia USU mengatakan bahwa keberadaan PT Aquafarm Nusantara begitu fenomena. Perusahaan asal Swiss tersebut telah menampung ratusan orang tenaga kerja, tetapi keberadaannya harus kita pertanyakan apakah perusahaan ini memiliki andil besar dalam mencemari Danau Toba atau tidak. Hasil laboraorium Bapedaldasu akan dikaji ulang oleh para ahli, sehingga kita memiliki data yang akurat untuk menjawab setiap persoalan pencemaran Danau Penanggulangan masalah pencemaran Danau Toba hendaknya dilakukan secara bersama oleh seluruh Pemerintah Kabupaten di pinggiran Danau Toba bersama Pemprovsu. Dengan adanya kerjasama tiap Kabupaten di pesisir Danau Toba dengan Pemprovsu, kelestarian Danau Toba akan dapat dipelihara karena belum tentu kebijakan masing-masing pemda mampu menyelesaikan masalah yang timbul. Dan mengharapkan kegiatan KJA di Danau Toba agar senantiasa mematuhui peraturan dan memiliki amdal UKL/UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar