Kamis, 30 April 2009

PROTES AKAN KWALITAS JALAN:, Skala 27 Jan 2009

PROTES AKAN KWALITAS JALAN:

MASYARAKAT TANJUNGBUNGA AKAN BLOKIR.

Sepertinya pengorbanan kami warga masyarakat Tanjungbunga Kecamatan Pangururan merelakan sebahagian lahan milik kami bahkan hingga ada bagian bangunan diambil tanpa menuntut ganti rugi walau sepeserpun,di siasiakan saja oleh kontraktor ujar S.Naibaho(60) bersama warga lainnya penduduk setempat kepada Skala disana.

Pasalnya,peningkatan kwalitas jalan hotmiks yang baru berusia tigabulan dengan biaya miliard rupiah sudah kupak kapik,hingga nampak dibeberapa titik bagaikan kubangan kerbau.

Rasa kesal dan kecewa oleh masyarakat Tanjungbunga,Kecamatan Pangururan cukup beralasan,dikaitkan dengan kondisi geografis (terdiri dari bebatuan) dan sisi kiri kanan jalan sudah jadi pemukiman,sehingga di beberapa titik bahagian bangunan milik masyarakat terkena proyek tanpa menuntut ganti rugi.

Awalnya kita cukup puas melihat pelebaran badan jalan yang kondisinya kategori sulit namun setelah dihotmiks,ternyata umur teknisnya hanya sampai tiga bulan tambah Olo Naibaho(50) tokoh masyarakat Tanjungbunga,yang menyatakan rencana mereka akan memblokir ruas jalan tersebut jika tidak segera ditangani.

Kepada semua pihak yang terkait dengan proyek ini,diharapkan perhatiannya untuk menyikapinya,misalnya dalam penggunaan dana perawatan jalan ini sebelum kedaluwarsa,harap mereka.

PARIPURNA DPRD SAMOSIR PENGANTAR RANPERDA., Skala 24 Jan 2009

PARIPURNA DPRD SAMOSIR PENGANTAR RANPERDA.

Diwarnai interupsi

Setelah Sekwan DPRD Samosir,Drs Mangihut Sinaga mengumumkan duapuluh empat jumlah anggota yang hadir,dari duapuluh lima jumlah keseluruhan,yang akan mengikuti Paripurna untuk agenda pengantar 12 (duabelas) Ranperda,lalu ketua DPRD Samosir Jhony Naibaho dengan resmi membuka acara Paripurna ditandai dengan ketokan palu.

Nampaknya ada hal yang belum pas menurut anggota sehingga muncul interupsi,yang selanjutnya melalui penjelasan yang disampaikan oleh unsur pimpinan Ir.Oloan Simbolon acara Paripurna dilanjutkan.

Secara bertahap Pemerintah Kabupaten Samosir telah melakukan pembenahan untuk semakin menjadi sebuah Kabupaten yang lebih mandiri melalui berbagai setting kebijakan seperti pembuatan dan penetapan berbagai peraturan daerah,konsolidasi organisasi perangkat daerah yang disesuaikan dengan kebutuhan,serta pemantapan pengelolaan keseluruhan aspek-aspek yang terkait dengan pendapatan dan pengelolaan keuangan daerah.

Walau demikian kita masih jauh dari harapan sebagai akibat minimnya PAD . Hal ini tentunya menjadi tugas besar bagi kita semua untuk menemukan dan menciptakan sebuah format manajement pengelolaan PAD terutama dalam bentuk pajak dan retribusi daerah. Mengelola potensi daerah sesuai yang dimiliki secara cerdas dan benar dan berdaya guna dengan landasan hukum melalui produk hukum daerah yang jelas,tegas dan komprehensif,demikian disampaikan Bupati Samosir Ir.Mangindar Simbolon dalam sambutannya.

Dari enambelas Ranperda yang disusun hanya dua diantaranya yang tidak menyangkut dengan Pendapatan,namun memiliki relevansi dengan peningkatan.

Keempat belas Ranperda tersebut masing masing Ranperda tentang Pedoman Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil,retribusi pemakaian kekayaan barang milik daerah,retribusi pemeriksaan dan pengukuran hasil hutan,pemungutan hasil hutan bukan kayu,pemeriksaan alat-alat pemadam kebakaran,pajak penerangan jalan,pajak hiburan,ijin usaha pariwisata,penyertaan modal pada PT.Bank Sumut,ijin usaha jasa konstruksi,perijinan kesehatan swasta,gilingan padi dan penyosohan beras serta Ranperda tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 14 tahun 2005 tentang penyebrangan diatas air.

Dibagian lain sebelum mengakhiri sambutannya,Bupati Samosir mengharapkan masukan,tanggapan dan kritik yang sifatnya untuk penajaman demi kesempurnaan Ranperda ini.

Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon didampingi Wabup Ober Sihol P Sagala SE,Sekdakab Drs Tigor serta unsur Muspida Kabupaten Samosir berikut para pimpinan SKPD lengkap hadir.

Paripurna pertama diawal 2009 ini sepertinya agak beda dari biasanya,selain diliput media massa cetak nampak crew TVRI ada disana,sementara ada beberapa anggota dewan yang meninggalkan paripurna ini belum separoh acara,yang menurut informasi harus mengikuti acara pembekalan Caleg di Aula Katholik Lumban Lintong.

Untuk mendengarkan pendapat/tanggapan umum fraksi,sidang di skors hingga Selasa (27/1) oleh ketua

BERKAS TERSANGKA KASUS PENIMBUNAN BBM, Skala 24 Jan 2009

BERKAS TERSANGKA KASUS PENIMBUNAN BBM

DIKIRIM KE KEJARI BALIGE

Kapolres Samosir melalui Kasatreskrim AKP.E Harefa,SPd menjelaskan bahwa kasus dugaan Penimbunan/Penimpangan BBM oleh tersangka BT(57) penduduk Pangururan Kabupaten Samosir,telah dilimpahkan(22/1) ke JPU Kejari Balige guna proses hukum selanjutnya lengkap dengan barang bukti satu kenderaan truk no polisi BB.8020.CA bersama 34 (tigapuluh empat)drum berisi bahan BBM yang diperkirakan lebih kurang 2600(duaribu enamratus)liter.

Kejadiannya tahun 2008 yang lalu tepatnya tanggal 23 Mei,dan kepada tersangka dikenakan fasal 55 sub 53 UU.RI No.22 tahun 2001,ancaman hukuman lima tahun penjara demikian dijelaskan kepada pers di Mapolres Samosir oleh Kapolres melalui Kasatreskrim.

Dua orang saksi terkait dengan kasus ini masih dalam pemeriksaan intensif pada berkas yang berbeda,masing masing HT (26) dan RS (28) penduduk Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir .

Menurut sumber Skala di Samosir,masih ada dua lagi kasus yang sama seperti yang dipersangkakan kepada BT dan masih dalam proses pengembangan ujar sumber tadi.

Harga BBM untuk industri cukup berbeda dengan penggunaan diluar industri,sehingga kondisi ini melahirkan niat orang melakukan penyimpangan akhirnya bernasalah ujar seorang yang tak igin disebut namanya di bilangan kota Pangururan.

PENCEMARAN DANAU TOBA, Skala 13 Jan 2009

PENCEMARAN DANAU TOBA

* Tim Peneliti dan Ahli Analisis Bapedalda telah mengambil sample air dari beberapa lokasi


Pencemaran Danau Toba sudah menjadi berita hangat di tengah-tengah masyarakat. Pencemaran ini diawali dari tidak disiplinnya masyarakat atau pengusaha mengelola limbah rumah tangga. Pencemaran semakin parah ketika masyarakat memulai budidaya ikan di Keramba Jaring Apung (KJA). Ketika KJA hanya dimiliki masyarakat lokal, pencemaran tidak begitu terdengar, tetapi ketika masuknya PT. Aquafarm Nusantara dan KJA berskala besar, mulailah secara jelas betapa berbahanya budidaya KJA jika melebihi daya dukung lingkungan. Disamping limbah KJA, limbah lain yang mencemari Danau Toba adalah limbah domestic, pertanian dan peternakan.

Wilayah Kabupaten Samosir mayoritas dikelilingi Danau Toba mencoba meredam berita pencemaran ini. Pemkab Samosir, melalui Badan Lingkungan Hidup Penelitian dan Pengembangan (BLHPP) bekerja sama dengan Badan Pengendalian Lingkungan Daerah (Bapedalda) Sumatera Utara beserta tim ahli dan tim peneliti telah mengambil sample air untuk diteliti labih lanjut disekitar lokasi operasi KJA PT Aquafarm Nusantara di Desa Simangambat, Desa Hutaginjang, Desa Silima Lombu Kecamatan Simanindo (18/12).

Selain Tim Bapedaldasu, para ahli yang ambil bagian dalam pengambilan sample air ini adalah Dr Jamahir Gultom PHd, Ahli Kimia Analisis, Pohan Panjaitan MS, PHd, Ahli Aquaculture, Ir. Manogar Lumban Toruan MS, Ahli Perikanan dan Biologi serta Devi RN Sigalingging SSi, FMIPA Kimia USU.

Kegiatan tersebut dalam rangka menganalisa kualitas air Danau Toba khususnya di lokasi KJA. Sehingga nantinya kita akan memiliki data yang akurat. Jadi kita tidak perlu lagi bertanya-tanya ataupun menduga-duga tentang kualias air yang selama ini telah dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat Konsep ABG ( Assiciation, Business, Government) atau Masyarakat, Pengusaha, Pemerintah yang saling memahami bisa kita terapkan. Dimana pemerintah, pengusaha dan masyarakat bisa saling mengerti akan hak dan kewajiban dalam pelestarian ekosistem Danau Toba. Dan kita berharap sebelum dan sesudah hasil penelitian ini diumumkan agar segenap masyarakat tidak mau terprovokasi oleh oknumj-oknum yang tidak bertanggung-jawab, demikian penuturan Ir, Jawaris Sinaga MSi, Kabag Penelitian dan Pengmbangan BLHPP Kabupaten Samosir.

Dr Jamahir Gultom PHd, Ahli Kimia dan Staf Pengajar FMIPA Kimia USU mengatakan bahwa keberadaan PT Aquafarm Nusantara begitu fenomena. Perusahaan asal Swiss tersebut telah menampung ratusan orang tenaga kerja, tetapi keberadaannya harus kita pertanyakan apakah perusahaan ini memiliki andil besar dalam mencemari Danau Toba atau tidak. Hasil laboraorium Bapedaldasu akan dikaji ulang oleh para ahli, sehingga kita memiliki data yang akurat untuk menjawab setiap persoalan pencemaran Danau Penanggulangan masalah pencemaran Danau Toba hendaknya dilakukan secara bersama oleh seluruh Pemerintah Kabupaten di pinggiran Danau Toba bersama Pemprovsu. Dengan adanya kerjasama tiap Kabupaten di pesisir Danau Toba dengan Pemprovsu, kelestarian Danau Toba akan dapat dipelihara karena belum tentu kebijakan masing-masing pemda mampu menyelesaikan masalah yang timbul. Dan mengharapkan kegiatan KJA di Danau Toba agar senantiasa mematuhui peraturan dan memiliki amdal UKL/UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan).

Lebih lanjut Jamahir Gultom menerangkan, 53 sample air yang diambil dari beberapa titik, harus benar-benar dianalisa dan diteliti dengan akurat, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penelitian. Dan beliau menghimbau kepada setiap aspek masyarakat yang tinggal di pesisir Danau Toba untuk tidak bertindak anarkis dan sabar menunggu hasil laboratorium yang akan dipublikasikan kepada pemerintah dan semua aspek masyarakat dengan terbuka tanpa ada yang ditutup-tutupi.Dan mengharapkan agar masyarakat tetap menunjukkan bahwa masyarakat Samosir adalah masyarakat yang ramah, beradat dan berbudi luhur dan tidak terpengaruh oleh oknum-oknum yang ingin memperkeruh suasana

PENDAFTARAN ULANG CPNS SAMOSIR, Skala 10 Jan 2009

PENDAFTARAN ULANG CPNS SAMOSIR

Ujian penerimaan CPNS Kabupaten Samosir yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu (16/12) telah diumumkan. 378 orang dengan pasti akan mengisi dibeberapa formasi yang ada ditambah dengan 21 orang pengangkatan tenaga honorer.

Sejak beberapa hari terakhir, para CPNS datang silih berganti dari pagi hingga sore hari memadati beberapa instansi terkait untuk pengurusan berkas-berkas seperti yang terlihat di Polres Samosir, RSUD Hadrianus Sinaga dan Dinas Sosial, Tenaga Kerja, Pemuda dan Olah Raga. Serta di kantor BKD, juga terlihat kesibukan dengan pendaftaran ulang dari para CPNS yang telah melengkapi kelengkapan surat-suratnya.

Mulai dari pengurusan SKCK, Kartu Kuning dan Kartu Kesehatan kami tidak mengalami masalah. Semua pihak terkait membantu kami dalam mengurus berkas-berkas yang kami perlukan. Kami sangat berterima kasih atas kerjasama dari semua pihak, demikan penjelasan salah seorang CPNS yang diterima di Samosir, Ridholin D. Nainggolan SP.d

Senada dengan hal tersebut, R. Nadeak salah sorang petugas di RSUD Hadrianus Sinaga memgharapkan agar CPNS yang diterima di Samosir menjadi abdi negara yang benar-benar berbakti untuk memajukan negara khususnya Kabupaten Samosir.

Dari pantauan Skala di lapangan, tidak ada masalah yang serius yang di alami para CPNS dalam mengurus kelengkapan surat-surat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Samosir,Marsintha Sitanggang SH menghimbau agar seluruh CPNS yang berhasil diterima di Kabupaten ini, kiranya mau berbuat yang terbaik melalui pengalaman para senioren serta membuang jauh jauh purba sangka. Tekuni profesi dengan kapasitas yang dimiliki ujarnya dengan tegas.

KAPOLRES SAMOSIR AKBP AIMAN SAHPRUDIN DIKUKUHKAN MENJADI MARGA SIMBOLON, Skala 18 Des 2008

KAPOLRES SAMOSIR AKBP AIMAN SAHPRUDIN DIKUKUHKAN MENJADI MARGA SIMBOLON

* Didaulat menjadi: Aiman Sahprudin Sahala Raja Simbolon


Falsafah dan sifat keterbukaan itu sudah sejak lama mengakar dalam kehidupan bangsa Batak,secara khusus didalam tubuh subetnis marga Simbolon.

Keterbukaan secara filosophi,dengan kandungan makna “marhaha anggi” (abang adik=red) yang mendambakan “torop ni hajolmaon”(banyak generasi=terjemahan bebas) yang merupakan hamoraon(kekayaan).Hal itulah yang merupakan keluhuran yang kita adopsi dan kita implementasikan saat ini,terang Rahmat Kartolo.Simbolon gelar Oppu Manatap Doli Simbolon pada acara penobatan nama dan marga Kapolres Samosir,AKBP Aiman Sahprudin Sahalaraja Simbolon(18/12) di Jalan DR.Hadrianus Sinaga Kecamatan Pangururan.

Acara penobatan ini ditandai dengan acara tradisional dengan diiringi gondang sabangunan,dengan mengenakan pakaian tradisional kepada beliau dan ibu Epipeni boru Purba,disaksikan oleh seluruh undangan dan hula hula,serta haha -anggi mewakili tujuh sohe Simbolon yang bergabung dalam Pabolon.

Acara berlangsung cukup hikmad dan meriah dengan melibatkan,unsur Dalihan Natolu lengkap dengan penyuguhan “tudu ni parjambaran ni raja dan khalayak ramai.

Selain mendaulat nama dan marga Simbolon kepada AKBP Aiman S.Sahalaraja Simbolon juga oleh Oppu Manatap Doli bersama keluarga,memposisikan beliau sebagai anak diurutan nomor dua,dan pada ketika itu dideklarasikan penyerahan warisan sebidang tanah untuk pertapakan kepadanya,yang oleh hadirin memberikan aplaus.

Kami cukup bahagia atas acara ini,sehingga keberadaan kami pada acara ini melulu sebagai hubungan saudara,jelas Bupati Samosir ketika menyampaikan apresiasinya dengan acara manortor.

Cukup familiar sambutan seluruh undangan dan hadirin,yang juga oleh Aiman.S.Sahalaraja Simbolon bersama ibu boru Purba nampak senyum penuh kebahagiaan sepanjang acara berlangsung.

Peresmian Onan Tajur Pangururan, Skala 17 Des 2008

PERESMIAN ONAN TAJUR PANGURURAN KABUPATEN SAMOSIR

Setelah meninjau Ujian CPNS di SMPN 1 Pangururan (16/12), Bupati Samosir, Ir. Mangindar Simbolon, Sekdakab Drs. Tigor Simbolon beserta jajaran Muspida Samosir menghadiri peresmian pemanfaatan pasar Tajur Pangururan.

Peresmian penggunaan pasar ini ditandai dengan penanda tanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon. Bupati Samosir mengatakan cukup bangga dengan keberadaan pasar ini. Dengan adanya pasar ini, keadaan di daerah sekitar Tajur akan lebih tertata rapi karena tidak ada lagi kegiatan jual beli di pinggiran jalan Tajur karena para pedagang sudah memiliki kios masing-masing. Dan jika keadaan pasar sudah tertata rapi, akan mengundang orang lain datang ke pasar(pekan) ini ujar Bupati.

Lebih lanjut Bupati Samosir mengatakan bahwa Onan atau pasar adalah tempat untuk bersosialisasi antar masyarakat. Karena dalam tiap kegiatan jual beli, ada interaksi antar penjual dan pembeli. Bupati Samosir, mengharapkan agar ada kerja sama antara pedagang dan pengelola dalam hal menjaga kebersihan. Dan semoga pasar ini menjadi pasar yang diberkati oleh Tuhan bagi pedagang ataupun pembeli.

Dengan keberadaan pasar ini, Camat Pangururan, Anser Naibaho berharap, semoga kedepannya pasar ini akan lebih tertib dan lebih bersih sehingga orang-orang tidak sungkan lagi untuk datang berbelanja dan bisa meningkatkan perekonomian para pedagang.

Bangunan pasar Tajur yang sekarang sudah sesuai dengan standart pemerintah. Sebelumnya keadaan bangunan semrawut dan sudah kumuh karena setiap pedagang membangun kiosnya sesuai dengan kemauan mereka sendiri, dan kadang membuang sampah sembarangan demikian penjelasan pengelola pasar kepada Skala

Lomba Cipta Lagu Batak, Skala 17 Des 2008

LOMBA CIPTA LAGU BATAK DAN LOMBA KECAPI

SE-SAMOSIR SUKSES

Dinas Pariwisata Seni dan Budaya kembali melaksanakan berbagai kegiatan untuk menyambut hari jadi Samosir yang ke-lima, diantaranya Lomba Cipta Lagu Batak (15/12) dan Lomba Kecapi (16/12) yang diadakan di Open Stage Kecamatan Pangururan.

Dalam kata sambutannya, Sekdakab Samosir Drs Tigor Simbolon mengatakan cukup bangga dengan acara ini karena para pencipta lagu mempunyai wadah untuk mempublikasikan lagu ciptaan mereka.

Lomba ini diikuti oleh 11 peserta yang berasal dari Kabupaten Samosir dan Kabupaten Tapanuli Utara.

Drs Mahler Tamba selaku ketua panitia mengatakan bahwa Dinas Pariwisata Seni Budaya sengaja mengundang pakar dalam bidang musik sebagai juri dalam lomba ini. Tim Juri diketuai oleh Prof. Mauly Purba MA, Ph.D dan anggota tom juri Drs. Torang Naiborhu M.Hum serta Hendry Parangin-angin.

Kabid Seni & Budaya Dinas Pariwisata, Formen Gultom S.Pd berjanji akan melakukan upaya yang sama secara berkelanjutan, dengan harapan bakat bakat yang potensil akan tereksplorasi .

Charles Malau cukup terkesan dengan acara lomba Cipta Lagu, sehingga kedepan para pencinta seni akan termotivasi untuk berbuat lebih optimal dengan adanya kompetisi yang pada akhirnya akan bermuara ke Pariwisata Kabupaten Samosir.

Tak ada lagi lirik lagu yang bernafas cinta, terkait dengan kriteria yang ditetapkan berthemakan panorama, jelas salah seorang juri.

“Horas Samosir Najogi: ciptaan Lundu Situmorang berhasil meraih juara pertama, sementara juara dua dengan judul “Pulo Samosir Nauli” karya Charles Malau juara kedua dan juara ketiga lagu “Samosir Bona Pasogit” ciptaan Edison Naibaho.

Aneka ragam lomba akan digelar,selain usaha mengembangkan potensi yang ada,dikaitkan dengan menyongsong Harijadi Kabupaten Samosir yang ke V,awal Januari 2009 dan penyerahan Trophy/Piagam direncanakan pada puncak acara tersebut.

Senandung Samosir, Skala 15 Des 2008

LOMBA PADUAN SUARA SENANDUNG SAMOSIR SUKSES

· Untuk Yang Kedua Kali Apacy Choir Gereja HKBP Pangururan Kota Keluar Sebagai Pemenang

Menyambut Hari jadi Kabupaten Samosir yang kelima, Pemkab Samosir dan Dinas Pariwisata Samosir mengadakan Lomba Paduan Suara Senandung Samosir yang ketiga. Masyarakat yang tinggal di Pangururan sekitarnya sangat antusias mengikuti acara ini. Terlihat dari begitu banyaknya masyarakat yang datang ke Balai Serapim Pangururan, tempat acara ini diadakan(13/12).

Tujuh kontingen peserta lomba mewakili tiap Kecamatan se-Kabupaten Samosir, sepertinya nampak antusias melantunkan suara suara emasnya. Bakat alami yang dimiliki masyarakat kita perlu dikembangkan, salah satunya melalui pemunculan di tiap kesempatan seperti ini ujar Subandrio Parhusip S.Sos, Asisten Bagian Umum Kantor Bupati Samosir.

Lagu wajib yang diperlombakan adalah Samosir Membangun karya Drs. Bonar “ Gorga” Gultom yang syairnya melukiskan kecintaan akan Pulau Samosir.

Drs. Dermawan Purba M.Si, Drs Torang N, M.Hum dosen Etnomusikologi dan Safna Sitopu S.Pd sengaja diturunkan dari Medan untuk penanganan juri.

Apacy Choir dari Gereja HKBP Pangururan Kota dengan lagu pilihan “Martabe“ yang juga merupakan karya Drs. Bonar Gorga Gultom untuk kedua kalinya berhasil menjadi juara pertama. Ny Tulas Sitanggang boru Sihombing didampingi Melly Sihite konduktor terbaik mengatakan cukup bahagia karena Apacy Choir berhasil mempertahankan piala bergilir dan berharap untuk tahun depan bisa membawa lagi piala ini untuk menjadi milik HKBP Pangururan Kota..

Drs. Mahler Tamba, Sekretaris Dinas Pariwisata beserta Polma Simbolon staf pengembangan Dinas Pariwisata mengatakan bahwa lomba yang terbuka untuk umum ini merupakan yang ketiga kalinya dimulai sejak 2006 yang diprakarsai oleh bapak Efendi Simarmata. 2007 sampai sekarang sudah ditangani oleh Dinas Pariwisata.


Kabid Seni & Budaya Dinas Pariwisata, Formen Gultom S.Pd mengatakan sangat bangga atas antusiasnya para peserta dan masyarakat. Kegiatan ini sudah termasuk agenda tahunan dan kelak scopnya akan dikembangkan lebih luas dengan harapan pariwisata akan terimbas. Dan dengan kegiatan semacam ini bisa menjadi penunjang untuk mencapai Samosir menjadi Kabupaten Pariwisata 2010 nanti.

Bidang seni budaya lainnya tetap kita usahakan peningkatan dan pelestariannya melalui lomba cipta lagu Batak, Lomba Hasapi serta Tor-tor Tradisional

Gotong Royong, Skala 13 Des 2008

DANAU TOBA HARUS BERSIH DARI ENCENG GONDOK

Masyarakat dan jajaran Pemkab Gotong-Royong.

Dengan naiknya permukaan air Danau Toba seperti yang diberitakan belakangan ini, mempengaruhi penyebaran dan populasi enceng gondok yang semakin tidak teratasi. Tanaman ini mengapung kemana-mana dan mengganggu kelancaran lalu lintas danau dan merusak pemandangan. Walau sudah beberapa kali dilakukan gerakan pembersihan perairan Danau Toba dari serangan tanaman spora ini, sepertinya sulit menampakkan hasil yang memuaskan.

Mengawali kegiatan gotong royong secara massal gerakan pembersihan Danau Toba dari serangan enceng gondok, dipusatkan di pantai depan Mapolres Samosir, yang dicanangkan oleh Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon, pagi(12/12) ditandai dengan jolokan perdana, yang disusul kemudian oleh Wakapolres, Kacabjari Pangururan, Dan Ramil Pangururan mewakili Dandim Taput serta Kadislingdup Ir.Darwin Harianja,serta ketua TP.PKK ibu Artha Sitinjak.

Kegiatan ini,secara serentak diselenggarakan di delapan Kecamatan Kabupaten Samosir, ujar Sekdakab Drs Tigor Simbolon ketika ditanya Skala.

Dalam himbauannya, Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon mengatakan ada dua pandangan tentang eceng gondok. Disatu sisi eceng gondok sangat dibutuhkan sebagai bahan baku kerajinan tangan (anyaman) untuk membuat topi, tas, sepatu dan lain sebagainya, tetapi pemanfaatan untuk hal ini masih sangat kecil. Eceng gondok juga dapat dipergunakan sebagai bahan pupuk organik/bahan bokasi ataupun kompos yang sangat baik untuk tanaman. Dan Eceng gondok juga sebagai filter air yang sangat alami. Sementara pihak lain melulu terfokus akan nilai estetika (keindahan) sehingga disarankan untuk dilakukan zonasi. Kita tetap membersihkan Danau Toba dari Eceng gondok tetapi ditempat-tempat tertentu, tumbuhan ini akan tetap kita pelihara karena amat sangat berguna sebagai bahan penetralisir dalam air. Dan kita berharap pemerintah kabupaten yang lain yang ada di di pesisir ataupun pinggiran Danau Toba juga memperhatikan kebersihan Danau Toba. Sehingga kedepan seluruh kawasan Danau Toba akan bersih dari tumbuhan eceng gondok.

Kita tidak memungkiri, bahwa nilai dan semangat gotong-royong saat ini mengalami degradasi (pergeseran) dan hal ini tidak akan kita biarkan. Semangat gotong-royong tetap akan kita jaga, dan dengan kegiatan gotong royong ini akan tetap kita lestarikan dalam keseharian kita. demikian pengakuan Camat Pangururan Anser Naibaho dicelah celah kegiatannya.

Setelah bergotong royong, Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon Wakapolsek Ramli S. beserta Camat Pangururan Anser Naibaho meninjau proyek fisik pelebaran Terusan Tano Ponggol.

Danau Toba bersih, petani akan terbantu jika kita manfaatkan enceng gondok ini menjadi bahan baku kompos, ujar DR. Jamahir Gultom selaku penasehat ahli Kabupaten Samosir yang turut hadir pada kegiatan ini.

Populasi enceng gondok cukup pesat dan tumbuhnya subur, merupakan indikasi air Danau Toba telah terkontaminasi dengan bahan bahan lainnya jelas Gultom

HUT DWPP Samosir, Skala 12 Des 2008

HUT DHARMA WANITA PERSATUAN IX KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2008 SUKSES

“Melalui HUT ke-9 DPW Samosir, kita tingkatkan Tanam, Pelihara Untuk Mencapai Ketahanan Pangan“


Puncak perayaan HUT DWP ke sembilan dihadiri oleh anggota Dharma Wanita se-Kabupaten Samosir, utusan pimpinan DPRD Samosir, Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon serta jajaran Muspida Kabupaten Samosir bertempat di Balai Serapim Kecamatan Pangururan, Samosir (11/12)

Beberapa waktu yang lalu DWP telah melakukan berbagai macam kegiatan seperti lomba Hymne Antar Unit (27/11), Penanaman Pohon di Desa Sigulat, Kecamatan Sianjur Mula-mula yang berkejasama dengan Dinas Kehutanan (28/11), Lomba Gerak Jalan Santai Keluarga DWP serta mengadakana pemeriksaan golongan darah gratis serta lomba volly dan tarik tambang (5/12), Pembagian sembako dan pakaian layak pakai ke Panti Sadar Kecamatan Ronggur Nihuta ( 9/12) dan lomba merangkai bunga antar unit DWP ( 11/12) demikian dijelaskan oleh Ketua Umum .

Dalam sambutannya Ketua DWP Kabupaten Samosir, Ny M Simbolon, Artha Sitinjak DWP akan siap membantu melaksanakan program pemerintah dalam program penghijauan dan penanaman pohon serta ugas tugas pengabdian lainnya yang meliputi pelayanan publik . Sadar lingkungan adalah bagian program yang mendesak menyahuti keprihatinan dunia tentang pemanasan global, melalui tindakan yang cukup sederhana untuk tidak membuang sampah sembarangan dan kiranya mau memanfaatkan lahan kosong dengan menanam tanaman yang memiliki nilai ekonomis sehingga mendukung perekonomian keluarga. Jika kita berhasil mencapai ketahanan pangan, krisis global tidak akan terlalu mempengaruhi kita.

Lebih lanjut Ketua DWP Samosir mengajak agar semua anggota DWP dapat berperan sebagai ibu yang baik bagi anak-anaknya dan membimbing mereka untuk menjadi generasi penerus,serta harus mampu menjadi mitra suami dalam mengatasi setiap masalah yang ada dalam keluarga, maupun lingkungan sekitar.

“ Jika seorang pria sukses, pertanyaan yang timbul adalah siapa wanita yang berada disampingnya ?” Demikian sekilas Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon memulai kata sambutannya dalam acara ini. Lebih lanjut Bupati Samosir mengatakan bahwa kesuksesan seorang laki-laki tergantung pada pengaruh perempuan. Jika istri memberikan masukan yang positif kepada suami, si suami juga akan melakukan hal yang positif. Kunci dari setiap masalah seluruh anggota keluarga untuk bekerjasama dalam tatanan kebersamaan dan selalu menyelesaikan masalah dalam suasana tali kasih.

Bupati Samosir merasa bangga dan mendukung sepenuhnya segala program DWP di Kabupaten Samosir apalagi pada usia sembilan tahun . Didepan masih terhampar luas hal hal yang akan kita benahi,sehingga pada kesempatan ini ditegaskan untuk bersatu padu menciptakan kondisi yang dinamis dan kondusif sehingga berpeluang untuk berimplementasi dalam kehidupan sebagai kecintaan dengan Kabupaten Samosir.

Didepan para anggota DWP Kabupaten Samosir, Bupati Samosir nampak familiar penuh canda yang bermakna dalam pendekatannya dengan para ibu,sehingga sesekali mengundang tawa lepas.

Sembilan Tahun usia DPW oleh para anggota yang ada di Kabupaten Samosir mengimplementasikan rasa syukur dan terima-kasihnya, ditandai dengan pemotongan kue tart oleh Ny.Drs Tigor Simbolon dan Ny.Mangindar Simbolon,Artha Sitinjak.

Eceng Gondok Menutupi Danau Toba, Skala 2 Des 2008

ENCENG GONDOK SEMAKIN TAK TERKENDALIKAN

Dengan naiknya permukaan air Danau Toba seperti yang diberitakan belakangan ini, mempengaruhi penyebaran dan pertumbuhan enceng gondok yang semakin tidak teratasi. Tiupan angin ataupun ombak membawa tanaman ini mengapung kemana-mana dan terdampar di pantai membentuk kumpulan/kloni sehingga terlihat dengan jeals hamparan tumbuhan yang sangat mengganggu ini. Seperti yang terlihat di Tano Ponggol, sepanjang terusan ini permukaan danau sudah tertutupi tanaman ini sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas danau dan merusak pemandangan. Seperti yang telah diberitakan kemarin, terusan ini masih dalam proyek pelebaran dan sampai berita ini diturunkan masih dalam proses pengerjaan. Sejak pelebaran terusan ini dilakukan, sudah mulai terlihat pemandangan yang sangat indah di daerah ini tetapi belakangan ini pemandangan tersebut seperti hilang ditelan hamparan tumbuhan air ini.

Kendaraan danau yang lalu lalang di daerah ini, yang salah satunya sampan milik Tio Sitanggang (13) yang bertempat tinggal di Desa Rumah Holi Kecamatan Pangururan, sehari-harinya berangkat dan pulang sekolah dengan menumpang solu (sampan). Tio sangat merasakan dampak negatif dari tumbuhan ini. Tio bersama dengan teman-temannya yang lain kadang harus berhenti karena mesin sampan tiba-tiba mati ataupun laju sampan terganggu akibat tanaman ini sehingga kadang tidak bisa sampai di sekolah ataupun di rumah dengan tepat waktu. Dan Tio berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi terbaik untuk pengendalian tanaman ini sehingga tidak mengganggu aktifitas di sekitar danau.

Terkait sejauh mana usaha yang dilakukan untuk mengatasi gangguan enceng gondok tersebut, Dinas terkait yang dikomirmasi mengakui usaha tetap dilakukan, namun masih terfokus dengan sistem manual ujarnya. Terkait dengan hamparan tumbuhan enceng-gondok dibeberapa tempat dikawasan Danau Toba, narasumber menyatakan secara berangsur telah dilakukan penanganan, namun tidak sebanding dengan populasi tumbuhan air tersebut yang semakin lama semakin berkembang dan proses penyebarannya sangat cepat.

Sementara itu Kabid Lingdup Ir. Jawaris Sinaga, Msi mengatakan pihaknya sedang berusaha mengembangkan enceng gondok sebagai bahan baku untuk home industri (kerajinan) anyaman, sebagai bahan pupuk organik/bahan bokasi serta untuk bahan makanan ternak. Dan kedepannya akan berusaha memasyarakatkan dampak positif dari tanaman ini.

Penerimaan CPNS Samosir, Skala 3 Des 2008

PENERIMAAN CPNS DI SAMOSIR

Putra daerah akan terpinggirkan kalah berkompetisi.

Ratusan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) datang silih berganti mulai dari pagi hingga sore hari, kembali memadati Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Samosir (2/12).

Sejak penerimaan CPNS hari pertama (20/11) dibuka, ratusa pelamar dari berbagai daerah mendatangi BKD untuk mendaftarkan diri sebagai CPNS dan ada juga yang datang sekedar menanyakan jumlah yang sudah mendaftar di formasi tertentu.

Pantauan Skala di lapangan beragam permasalahan timbul yang dihadapi oleh para pelamar. Misalnya biaya transportasi yang tinggi bagi mereka yang datang dari luar daerah seperti yang dialami Natalia (28), yang berasal dari Medan, harus mengeluarkan biaya ekstra untuk transportasi beca bermotor dari Kota Pangururan ke Kantor BKD yang berada di Desa Rianiate. Belum lagi kelengkapan surat-surat yang harus diurus ataupun di ganti karena tidak memenuhi persyaratan yang berlaku seperti fotocopy ijazah dan fotocopy transkip nilai yang dilegalisir, pas photo dan bagi keguruan juga harus melampirkan fotocopy ijazah akta IV. Adanya juga beberapa pelamar yang harus mengganti surat permohonan karena tidak sesuai dengan format yang diberikan oleh Pemkab Samosir. Ada beberapa orang pelamar menulis lamaran seadanya saja di warung dekat ke kantor BKD bahkan ada yang duduk sambil menulis surat permohonan di lapangan parkir kantor BKD tempat mereka mendaftar.

Lain halnya yang dialami M. Manurung (30), yang berasal dari Balige, dia harus rela bolak balik Medan Samosir karena permasalahan ijazah pergururan tinggi yang tidak terakreditasi atau tidak diakui. Namun semangat yang tinggi untuk mendapatkan pekerjaan, Natalia, Manurung dan pelamar lainnya harus rela mengorbankan waktu dan materi walaupun nantinya dinyatakan tidak lulus melihat saingan yang begitu banyak.

Ny. Sidabutar (56) yang datang ke BKD untuk mengantarkan anaknya mendaftar CPNS mengatakan bahwa pengangguran adalah masalah yang sangat serius. Penerimaan CPNS ini daya tampungnya hanya sedikit, sementara angka pengangguran di negara kita sangat tinggi. Disamping lowongan pekerjaan dari instansi pemerintah , sebaiknya semua elemen mengusahakan lapangan kerja dan secara khusus para corporate (usahawan) sehingga persentase angka pengangguran dapat diminimaliser.

Pantauan Skala di lapangan, sepertinya para pelamar CPNS tidak hanya disatu daerah mengajukan permohonan. Mau dimana mengikuti test, akan ditentukan kemudian, setelah melihat jumlah peminat di formasi tertentu disatu daerah.

Pasir Putih, Skala 1 Des 2008

PASIR PUTIH PERLU SENTUHAN PEMBANGUNAN


Jangankan dimusim liburan,tiap akhir pekan pengunjung Pasir Putih di desa Parbaba Kecamatan Pangururan ramai dikunjungi. Hanya dengan menyuguhkan panoram alam dengan hamparan Danau Toba yang terluas di Kabupaten ini, juga dinding gunung didaratan Sumatera belahan Kabupaten Dairi dan Tanah Karo mengundang tiap orang yang hadir disana menatap dan mengagumi Khalik Sang Pencipta. Belum lagi sore hari ketika warna keemas emasan terpancar dari langit lalu terpantul oleh air bening Danau Toba menambah indahnya panorama.

Menurut Petugas Retribusi yang bertugas di daerah ini, memang ramai jika akhir pekan terutama pada musim liburan. Pengunjung Pasir Putih bukan hanya warga sekitar Pangururan tetapi ada juga yang datang dari luar kota ataupun wisatawan manca negara. Wisatawan yang berasal dari berbagai kalangan tampak berbaur diantara hamparan pasir putih. Ada juga yang berolah raga volly pantai. Di Pasir Putih juga tersedia jasa penyewaan ban yang dapat disewa pengunjung yang ingin menikmati segarnya air Danau Toba.

Namun keindahan yang ditawarkan pantai ini terkesan berbanding terbalik dengan infrastukturnya. Salah seorang pengunjung, Rekayantin Noinsa Nainggolan (30) menyayangkan hal ini. Ia mengharapkan pihak pengelola untuk membenahi infrastruktur seperti jalan masuk ke area pantai, perluasan lapangan parkir dan infrastruktur lainnya.

Menurutnya, dengan kondisi seperti sekarang ini Pasir Putih sudah banyak di kunjungi, bagaimanapun bila Pasput benar-benar di benahi tanpa harus menghilangkan keasriannya, akan semakin ramai di kunjungi para wisatawan lokal, domestik ataupun manca negara. Perekonomian masyarakat juga akan terbantu sebagai dampak positipnya. Selain pelayanan perlu pihak Pariwisata Kabupaten Samosir berani melakukan promosi di luar daerah ujar Noinsa mengakhiri saran masukannya.

Peningkatan Jalan Aek Rangat, Skala 25 Nov 2008

PELEBARAN/PENINGKATAN JALAN SIMPANG AEK RANGAT – SAGALA, KABUPATEN SAMOSIR

Hampir dua bulan ini, pelebaran ruas jalan mulai dari Simpang Tiga Tano Ponggol, Aek Rangat – Sagala telah dikerjakan dengan nilai kontrak sebesar enam ratus empat juta delapan puluh lima ribu rupiah dengan nomor kontrak 620/01/KTR/BM-PGR II / DPU / 2008 yang dikerjakan oleh CV Batu Bolon.

Masalah yang timbul di lapangan, adalah terganggunya fasilitas umum yaitu pipa saluran air bersih. Selama ini daerah Toru Dolok (Huta Parik) sekitarnya dialiri air dari mata air Parsuangan yang di kelola oleh swadaya masyarakat setempat. Sejak dibongkarnya pipa saluran air ke daerah tersebut, pihak kontraktor memberikan alternatif lain dengan mengalirkan air dari PAM dan masyarakat sekitar bergiliran untuk menggunakan alternatif dari pihak kontraktor ini..

Sosialisasi mengenai pekerjaan ini pernah diadakan oleh pemerintah kepada masyarakat sekitar di Saulina Resort, Aek Rangat. Ada beberapa hal yang di janjikan oleh pihak pemerintah yang dari awal sampai dengan berita ini diturunkan belum terealisasi sehingga menjadi tanya bagi masyarakat setempat. Kami penuh harap agar Pemerintah memperhatikan nasib rakyat kecil seperti kami ujar mereka. Selama ini kami tidak pernah kekurangan air bersih. Tapi karena pembangunan, kami harus rela bergiliran untuk mendapatkan air. Kami harus menghirup debu setiap hari. Dan jika kami ingin menyampaikan keluhan, Kadis Pekerjaan Umum tidak pernah berhasil di temui ujar Op. Putri Naibaho(58) warga Hutaparik.

PPTK proyek ini tidak bisa dikompirmasi mengenai beberapa hal yang terkait dengan masalah ini dengan alasan yang tidak jelas.

Kami akan tetap mengerjakan proyek ini sesuai dengan kontrak yang kami terima dan mengenai pipa yang telah dibongkar akan diperbaiki dan diganti dengan yang baru namun segenap masyarakat yang terkena pembangunan/proyek ini diharapkan untuk bersabar, jelas Edis Naibaho ketika dikonfirmasi dilapangan

Inspeksi Proyek Fisik, Skala 24 Nov 2008

BUPATI SAMOSIR INSPEKSI PROYEK FISIK DI KECAMATAN ONAN RUNGGU

Dirangkai dengan pelantikan Kades Sitamiang.

Bupati samosir Ir. Mangindar Simbolon bersama dengan jajaran Muspida Samosir meninjau proyek fisik, yang ada di Kecamatan Onan Runggu, sejauh mana pelaksanaan setiap proyek di lokasi yang dikunjungi. Di SD Negeri Harian, Bupati Samosir menyempatkan diri mengajari siswa siswi yang ada disana dalam mata pelajaran Matematika dan menghimbau kepada guru agar mengajari siswa-siswi dengan cara cepat dan tepat sehingga para siswa bisa mengerti dan mampu mengerjakan soal dengan cermat.

Bupati Samosir melanjutkan perjalanan menuju desa Sitamiang Kecamatan Onan Runggu untuk pelantikan kades terpilih, J. Gultom untuk periode yang ke dua.

Kepada Kepala Desa yang baru dilantik disampaikan selamat dan sukses, dan agar melanjutkan rencana kerja di periode sebelumnya yang belum terlaksana. Dan agar lebih meningkatkan peran aktif dalam masyarakat karena kepala desa adalah ujung tombak pemerintahan dan merupakan pelayan masyarakat. Dan kepada segenap masyarakat diminta untuk membantu Kades dalam melaksanakan tugasnya dan turut membantu pemerintah dalam hal pembangunan terutama agar terwujudnya visi dan misi Kabupaten Samosir menjadi Kabupaten Pariwisata 2010 nanti. Setiap permasalahan yang timbul dalam masyarakat agar diselesaikan dengan cara mufakat dan kebersamaan. Terutama dalam penggunaan ADD yang diterima oleh desa Sitamiang.

Terkait dengan permohonan masyarakat setempat untuk menunjang infrastruktur jalan ke desa Sitamiang, Bupati menghimbau agar seluruh pemilik tanah disisi kiri kanan jalan yang sudah ada, mau merelakan dan melepaskan hak atas tanahnya untuk perluasan jalan, yang akan mulai di kerjakan setelah pembangunan drainase di sepanjang pinggir jalan menuju desa Sitamiang selesai pengerjaannya.

Desa Sitamiang juga merupakan pintu masuk ke Kabupaten Samosir. Dan pembangunan di daerah ini akan secepatnya dilaksanakan dengan bantuan dari seluruh elemen masyarakat. Pembangunan jalan nantinya juga akan dilanjutkan dengan pembangunan jalan dari Huta Hotang, yang menghubungkan Onan Runggu – Lagundi. Jika infrastruktur jalan sudah diperbaiki, orang-orang ataupun wisatawan akan semakin banyak yang mengunjungi daerah ini. Dengan demikian perekonomian masyarakat setempat juga akan naik.

Bupati Samosir dan rombongan melanjutkan perjalanan, mengunjungi SD Negeri Sitamiang yang juga dalam tahap renovasi. Dilanjutkan dengan meninjau proyek pembangunan Puskesdes di Desa Huta Hotang Kecamatan Onan Runggu.

Terkait dengan beberapa proyek fisik yang ditinjau oleh Bupati dan rombongan, pengerjaan setiap proyek agar benar-benar diperhatikan oleh para kontraktor agar tidak menimbulkan nilai negatif dari tiap orang yang melihatnya. Dan harapan kita proyek yang kita tinjau sudah seperti yang kita harapkan ujar Bupati ketika dimintai Skala pendapatnya.

Pelatihan Tenaga Olah Raga, Skala 22 Nov 2008

PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI KEOLAHRAGAAN SE-KABUPATEN SAMOSIR

Tiga puluh dua orang guru olah raga dan pelatih yang berasal dari seluruh wilayah Kabupaten Samosir, dilatih oleh tenaga ahli ataupun nara sumberdari Unimed Medan, Nimrod Manalu yang dilaksanakan di Hotel Ambaroba, Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.

Selama lima hari berturut turut sejak (18/11) s/d (22/11) para guru dan pelatih melakukan kegiatan keolahragaan berupa teori. Dan prakteknya juga diikuti beberapa siswa SMA N 1 Pangururan .

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Pemuda dan Olah Raga, Amon Sormin menegaskan pentingnya pelatihan ini diselenggarakan demi pemahaman yang sama bagi tiap guru dan pelatih untuk tujuan pencapaian kompetensi yang dimiliki dalam pengembangan tiap atlit yang dibina ataupun para siswa/anak didik. Kedepan kita akan mengagendakan seleksi untuk melihat bibit unggul yang dimiliki daerah ini ujar Amon.

Makdin Simarmata, Am.Pd, staf Dinas Sosial Tenaga Kerja Pemuda dan Olah Raga menilai, bahwa para guru dan pelatih sangat interest, serius dan gigih mengikuti pelatihan. Diyakini melalui kegiatan ini akan lahir guru dan pelatih yang handal untuk dijadikan panutan generasi mendatang.

Pedianto Simarmata SPd, salah seorang peserta menyatakan harapannya akan penyelenggaraan pelatihan seperti ini dapat berkesinambungan terutama dalam praktek dan mengenalkan olah raga yang baru bagi Samosir seperti olah raga tantangan.

Samosir cukup potensial untuk digunakan sebagai medan laga olahraga tantangan, misalnya panjat tebing, para layang dan lintas alam, sebagaimana halnya diselenggarakan baru baru ini di Bukit Beta Tuktuksiadong Kecamatan Simanindo tambahnya. Selain dari peningkatan kompetensi penguasaan teori dan praktek, diharapkan dukungan dana yang jelas. Bukan kita tidak mau melatih para atlit yang kita nilai punya prestasi, namun niat baik selalu terkendala akibat minimnya dana, yang jelas merupakan faktor penentu mendongkrak prestasi atlit ujar Simarmata menuturkan dari sebagian pengalamannya sebagai pembina olah raga di SMP Negeri 1 Pangururan.

Betor Gotong Royong, Skala 21 Nov 2008

PARA PENGENDARA BETOR TUNJUKKAN KEPEDULIAN TERHADAP LINGKUNGAN


Puluhan abang penarik becak bermotor ( betor ) yang ber-posko di daerah Onan Baru Pangururan, dengan masing-masing mengendarai betornya mengelilingi kota Pangururan dan berhenti di beberapa titik untuk membersihkan lingkungan sampah dan selokan.

Dengan disiplin para abang becak memarkirkan becaknya di pinggiran jalan lalu mereka membersihkan area yang mereka datangi, seperti daerah Onan Baru, Pasar Lama dan Tajur Kecamatan Pangururan.. Mereka dengan suka rela mereka meluangkan waktu untuk bergotong royong.

Nilai dan semangat gotong-royong saat ini mengalami pergeseran dan hal ini tidak akan kita biarkan. Semangat gotong-royong tetap akan kita dorong, sehingga nilai falsafahnya akan lestari,walaupun era sudah berganti, demikian pengakuan kordinator betor Pangururan Boy Silalahi dicelah celah kegiatannya bergotong royong di Tajur Panguruan. Kami mau menunjukkan kepedulian akan kebersihan dan lingkungan,selain ingin komit dengan tertib berlalu lintas.

Dengan potensi kekayaan alam yang ada di Kabupaten Samosir , juga panorama pantai yang sangat indah, belum cukup, harus ditunjang dengan lingkungan yang bersih, dan rapi serta nyaman mengundang wisatawan untuk datang. Sebagai penarik becak, kami mendukung visi dan misi Pemkab Samosir, menuju kabupaten pariwisata 2010. Becak yang ada di kota ini berkisar empat ratus unit. Tapi saat ini yang bergabung dalam kegiatan ini lebih kurang seratus unit. Kedepan kami berharap, agar semua para penarik becak yang ada di kota ini mau bergabung dengan kami untuk melakukan kegiatan yang sama. Dan kegiatan ini terlaksana atas kesadaran kami sendiri tanpa mengusung partai politik atau unsur apapun. Demikian Boy Silalahi mengakhiri perbincangannya dengan Skala

DAnau Toba Meluap, Skala 21 Nov 2008

KANTOR DINAS PERHUBUNGAN DITELAN AIR DANAU TOBA

Curah hujan yang cukup tinggi di Samosir akhir-akhir ini mengakibatkan meluapnya air Danau Toba. Sebagai dampak turunnya hujan mempengaruhi pertambahan debit air danau.

Penduduk Kabupaten Samosir yang bermukim dekat dengan pinggiran Danau Toba saat ini dikabarkan pada kondisi mencemaskan, karena air danau sudah sampai menggenangi jalan. Kantor Dinas Parhub Samosir yang letaknya dipinggir pantai seputar Pekan Inpres Pangururan hingga berita ini diturunkan setengah bagian sudah tidak dapat difungsikan akibat ditelan air danau,dan terpaksa harus pindah ke Kantor yang baru disewa Jln.Raya Rianiate, KM.5.

Selain bangunan kantor dinas Parhub yang tergenang, juga dermaga di pantai tersebut sudah nyaris tak kelihatan ditelan air danau, dan sebagian ruas jalan lingkar Pangururan dekat gereja Katholik Bangunan Inkulturatif tergenang sampai batas pintu gerbang . Selain itu juga beberapa tempat sudah mulai merasakan dampaknya,berikut dengan halaman parkir Wisma Sinur tempat DPRD Samosir berkantor, sudah tak dapat digunakan lagi.

Selain kecemasan yang ditimbulkan oleh naiknya permukaan danau juga bertambahnya tingkat polusi air danau, sebab enceng-gondok yang sebelumnya sudah sempat kandas di daratan,kini hampir semuanya mengapung ketengah danau hingga merusak pandangan,bahkan sampai mengganggu kepada alur pelayaran dan juga merugikan para petani yang ada di pinggiran danau

Petugas Medis Samosir, Skala 14 Nov 2008

PETUGAS MEDIS DIDAERAH TERPENCIL

AKAN MEMPEROLEH PERLAKUAN KHUSUS


Untuk menunjang percepatan pembangunan sekaitan dengan misi visi Kabupaten Samosir menjadi Kabupaten Pariwisata 2010, sektor kesehatan dan pendidikan menjadi hal yang mendasar dan fundamental mendapat prioritas.

Kesehatan sangat erat kaitannya dengan kebersihan, dan keindahan sehingga terasa untuk memberhasilkannya harus melalui penyuluhan dan sosialisasi.

Penyuluhan dan sosialisasi akan membawa hasil yang optimal apabila didukung oleh methode penyampaian, komunikasi yang baik.

Jumlah petugas kesehatan di Kabupaten Samosir hampir melebihi dari cukup, dan saat ini tercatat 390 orang dari jumlah 190 orang tiga tahun yang lalu,yang kini ditebar di sembilan Kecamatan dalam usaha meningkatkan kesehatan masyarkat.

Sama halnya, sektor Pendidikan dengan Kesehatan. Kalau tenaga pendidik di daerah terpencil (desa terpencil) mendapat tunjangan khusus (insentip), kedepan para petugas kesehatan yang bertugas di desa terpencil akan diberikan insentip khusus sepanjang kondisi anggaran memungkinkan, demikian disampaikan Bupati Samosir dalam sambutannya pada acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 44 di Samosir,yang dipusatkan di kompleks kantor Dinas Kesehatan Samosir di Pangururan (13/11) dihadiri seluruh jajaran Kesehatan se Kabupaten Samosir dan para undangan serta Unsur Muspida Kabupaten Samosir.

Kepada segenap petugas kesehatan di Samosir, Bupati menegaskan agar senantiasa bersinergie dengan seluruh jajaran aparat lintas sektor, dan menjanjikan akan memberikan kesempatan belajar bagi petugas yang ingin meningkatkan kompetensinya setelah menunjukkan prestasinya.

Bupati cukup respon dengan motto yang diberlakukan di jajaran Dinas Kesehatan seperti yang disampaikan Kadis Kesehatan Manigor Simbolon, SKM.”Orang pintar sama dengan orang bodoh bila tidak dapat melahirkan yang berguna kepada orang lain, serta orang kuat serupa dengan orang lemah bila tidak mau memikul beban.”

Selain fokus dibidang Kesehatan, Bupati Samosir dalam kesempatan itu berkenaan menyerahkan bibit pohon untuk ditanami di masing masing halaman Puskesmas di Samosir, sebagai perwujudan peran serta terhadap lingkungan.

Sebelum mengakhiri sambutannya,Bupati Samosir menginformasikan bahwa 28 Nopember yang akan datang, Presiden RI akan mencanangkan Hari Bertanam Pohon, dan Desember sebagai Bulan Bertanam.

Peringatan HKN ke 44 diselenggarakan cukup sederhana, namun hikmad dengan diawali pembacaan Pidato Menteri Kesehatan RI oleh Pembina Upacara Bupati Samosir lalu dirangkai dengan menampilkan hiburan yang segar yang diracik oleh masing masing Puskesmas dari tiap Kecamatan.

Selain hiburan yang sifatnya internal dan untuk kalangan sendiri, ditampilkan aneka tari dalam bentuk senam diiringi backsound lagu daerah.

Sambil acara hiburan berlangsung dipelataran halaman kantor Dinas Kesehatan Samosir, para relawan diberi kesempatan menyumbangkan darah (donor).

Sejak seminggu yang lalu, banyak kegiatan sudah kita laksanakan, dalam bentuk bakti sosial, pengobatan gratis, gotong-royong dibeberapa desa di lima Kecamatan ,dan hari inilah sebagai puncak acara, ujar Jalamar Sitanggang selaku Ketua Panitia